konfigurasi lan

[if !mso]>

TUGAS 
KONFIGIRASI LAN

 

 

 

 

 

NAMA  : RANDY KUSWANDY

KELAS : XI TKJ 2

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan

karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan buku Jaringan Komputer ini dengan baik.

 

Buku ini dibuat sebagai panduan belajar Jaringan Komputer, khususnya bagi

SMK NUSA PUTRA .Selain itu, juga dilengkapi dengan contoh soal untuk menambah

pemahaman bagi yang mempelajarinya.

 

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu

dalam pembuatan buku ini. Dan juga kepada pembaca yang telah menggunakan buku ini

sebagai panduan belajar Jaringan Komputer.

 

Akhir kata, semoga buku ini bermanfaat bagi kami dan para pembaca untuk

memberikan tambahan pengetahuan, dan wawasan khususnya dalam bidang Jaringan

Komputer.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………..1

DAFTAR ISI ………………………………………………………………............2

PENGERTIAN  ROUTER…………………………………………………………3

GAMBAR ROUTER………………………………………………………………4

CARA KERJA PROTOKOL ROUTING…………………………………………………………………………5

JENIS PROTOKOL ROUTING…………………………………………………..6

ROUTING & ADDRESING……………………………………………………....7

NETWOTK ADDRES TRANSLATION…………………………………………8

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGERTIAN ROUTER

Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.
Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).

Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch adalah switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.

Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.

Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.

ROUTER adalah suatu alat pada dunia komputer yang berguna untuk membelokkan data dari suatu sistem jaringan ke sistem yang lain. Logikanya sebuah sistem jaringan tidak dapat berpindah ke sistem yang lain. Exp Sis A. Menggunakan IP 192.168.1.1 dan Sis B. Menggunakan IP 192.168.2.1 Maka Kompi yang menggunakan Sis A tidak dapat melakukan komunikasi dengan Sis B tanpa Router.

 

GAMBAR-GAMBAR ROUTER :

 

                                                       

 

                                                              

 

                                                        

                                                          

                                                       

CARA KERJA PROTOKOL ROUTERING

Tujuan Routing protocol

Tujuan utama dari routing protokol adalah untuk membangun dan memperbaiki table routing. Dimana tabel ini berisi jaringan-jaringan dan interface yang berhubungan dengan jaringan tersebut. Router menggunakan protokol routing ini untuk mengatur informasi yang diterima dari router-router lain dan interfacenya masing-masing, sebagaimana yang terjadi di konfigurasi routing secara manual.

Routing protokol mempelajari semua router yang ada, menempatkan rute yang terbaik ke table routing, dan juga menghapus rute ketika rute tersebut sudah tidak valid lagi. Router menggunakan informasi dalam table routing untuk melewatkan paket-paket routed prokol.

Algoritma routing adalah dasar dari routing dinamis. Kapanpun topologi jaringan berubah karena perkembangan jaringan, konfigurasi ulang atau terdapat masalah di jaringan, maka router akan mengetahui perubahan tersebut. Dasar pengetahuan ini dibutuhkan secara akurat untuk melihat topologi yang baru.

Pada saat semua router dalam jaringan pengetahuannya sudah sama semua berarti dapat dikatakan internetwork dalam keadaan konvergen (converged). Keadaan konvergen yang cepat sangat diharapkan karena dapat menekan waktu pada saat router meneruskan untuk mengambil keputusan routing yang tidak benar.

 

AS membagi internetwork global menjadi kecil-kecil menjadi banyak jaringan-jaringan yang dapat diatur. Tiap-tiap AS mempunyai seting dan aturan sendiri-sendiri dan nomor AS yang akan membedakannya dari AS yang lain.

 

 Klasifikasi routing protokol

Sebagian besar algoritma routing dapat diklasifikasikan menjadi satu dari dua kategori berikut:

- Distance vector

- Link-state

Routing distance vector bertujuan untuk menentukan arah atau vector dan jarak ke link-link lain dalam suatu internetwork. Sedangkan link-state bertujuan untuk menciptakan kembali topologi yang benar pada suatu internetwork.

 

Routing protokol distance vector

Algoritma routing distance vector secara periodik menyalin table routing dari router ke router. Perubahan table routing ini di-update antar router yang saling berhubungan pada saat terjadi perubahan topologi. Algoritma distance vector juga disebut dengan algoritma Bellman-Ford.

 

 

 

 

 

JENIS ROUTER

Ada tiga jenis router yang biasa digunakan dalam jaringan komputer, yaitu:

  • Router PC
    Router PC adalah komputer dengan sistem operasi yang memiliki fasilitas untuk membagi dan men-sharing IP Address. Perangkat jaringan (PC) yang terhubung ke komputer tersebut akan dapat menikmati IP Address atau koneksi internet yang disebarkan oleh sistem operasi tersebut. Contoh sistem operasi yang dapat digunakan adalah semua sistem operasi berbasis client-server, seperti Windows NT, Windows NT 4.0, Windows 2000 server, Windows 2003 Server, MikroTik (Berbasis Linux), dan lain-lain.

  • Router Aplikasi
    Router aplikasi adalah aplikasi yang dapat di-install pada sistem operasi sehingga sistem operasi tersebut akan memiliki kemampuan seperti router. Contoh aplikasi ini adalah Winroute, WinGate, SpyGate, dan WinProxy.

  • Router Hardware
    Router hardware adalah hardware yang memiliki kemampuan seperti router sehingga dari hardware tersebut dapat memancarkan atau membagi IP Address dan men-sharing IP Address. Pada prakteknya router hardware digunakan untuk membagi koneksi internet pada suatu ruang atau wilayah. Contoh dari router ini adalah router buatan pabrik seperti Cisco dan Planet.

Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang diset secara manual oleh para administrator jaringan.dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dab membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ROUTING & ADDRESING

Routing (Forwarding)

Routing lebih fokus kepada proses mem-forward data secara logik dari satu komputer ke komputer lain (end-to-end). Supaya PC1 dapat mengirimkan data ke PC2, maka PC1 harus mengirimkannya ke router R1 yang kemudian R1 mengirimkannya ke R2, ke R3, dan akhirnya sampai ke PC2.

Ada 2 konsep utama Routing sebagai berikut:

  • Proses routing dan memforward paket layer 3 (L3 PDU/Protocol Data Unit) didasarkan pada address layer 3 tujuan yang ada pada paket tersebut.

  • Proses routing menggunakan Data Link Layer (Layer 2) untuk meng-enkapsulasi (membungkus) Paket Layer 3 menjadi Frame Layer 2.

Routing Protocol

Pada umumnya, router membangun tabel routing-nya secara dinamik memanfaatkan fungsi protokol routing. Protokol routing mempelajari semua lokasi network / subnetwork kemudian meng-advertise apa yang sudah diketahui, sehingga, setiap router bisa membangun tabel routing masing-masing dengan baik secara dinamis. Protokol routing mendefinisikan format message dan prosedur-prosedur seperti halnya protokol yang lain. Tujuan utama dari protokol routing adalah membangun tabel routing yang berisikan semua informasi mengenai semua network / subnetwork dan rute-rute yang bisa digunakan untuk mencapai network/subnetwork tersebut juga untuk menentukan rute terbaik yang bisa dipakai.

Protokol routing (Routing Protocol) mempelajari rute dan menaruhnya dalam tabel routing. Sedangkan Routed Protocol mendefinisikan tipe-tipe paket yang diforward melalui network, karena itu IP termasuk routed protocol dan RIP termasuk routing protocol.

IP ADDRESSING

IP address terdiri dari 32-bit yang biasanya dituliskan dalam notasi dotted-decimal, sebagai contoh, 168.1.1.1 adalah sebuah IP Address yang dituliskan dalam notasi dotted-decimal, setiap desimal dalam IP Address disebut Octet, dalam hal ini 168 adalah Octet pertama, 1 adalah octet kedua, dan seterusnya. Range setiap desimal adalah antara 0 dan 255.

IP Address – IP Address yang berada dalam satu network memiliki nilai numerik yang identik pada network part-nya :

  • Setiap komputer yang terhubung ke internet harus memiliki IP address yang unik.

  • Semua IP address yang berada dalam satu grup / network tidak boleh dipisahkan oleh router.

  • IP address yang dipisahkan oleh sebuah (atau lebih) router harus berada dalam grup/ network yang berbeda

IP Routing

Host Routing

  • Jika IP Address tujuan berada pada network (group/ subnet) yang sama maka paket akan dikirimkan langsung pada host tujuan.

  • Jika IP Address tujuan tidak berada pada network (group /subnet) yang sama maka paket akan dikirimkan ke default gateway (router).

Router Forwarding Decision and IP Routing Table

Saat sebuah router menerima frame data-link maka akan ditempuh langkah-langkah sebagai berikut

  • Menggunakan data-link FCS untuk memastikan tidak ada yang error pada frame. Jika ditemukan error maka frame akan diabaikan (discarded).

  • Setelah dipastikan tidak terjadi error pada frame data-link, maka header dan trailer data-link akan dilepaskan (unencapsulated) sehingga tinggal paket IP layer 3.  (ingat: Paket IP layer 3 sebelum dikirimkan akan dibungkus terlebih dahulu menjadi frame data-link)

  • Melakukan perbandingan IP Address tujuan pada paket dengan isi dari tabel routing, dan mencari rute yang cocok.

  • Membungkus (ulang) paket IP kedalam frame data-link dengan data-link header dan trailer yang baru (yang sudah disesuaikan dengan hasil dari langkah ke-2), kemudian memforwardkannya.

Dengan langkah-langkah ini, setiap router akan mengirimkan paket ke router berikutnya sampai paket tersebut mencapai host yang dituju.

IP Routing Protocols

Tujuan:

  • Secara dinamik mempelajari dan mengisi tabel routing dengan semua rute ke semua subnet dalam network.

  • Jika ditemukan lebih dari satu rute yang cocok, maka menentukan rute terbaik untuk mencapai tujuan.

  • Untuk memantau jika ada rute yang sudah tidak bisa dipakai lagi dan menghapus rute tersebut dari tabel routing.

  • Jika sebuah rute telah dihapus dari tabel routing dan ditemukan rute lain yang available maka rute tersebut akan ditambahkan kedalam tabel routing.

  • Untuk menambahkan rute baru, mengganti rute yang hilang dengan rute terbaik yang available secepat mungkin. Waktu antara hilangnya sebuah rute dan penemuan rute available yang baru dinamakan convergence time.

  • Untuk mencegah rute yang looping.

 

Network Address Translation (NAT)

Misi awal Internet adalah sebagai jaringan komunikasi non-profit. Pada awalnya, Internet didesain  tanpa memperhatikan dunia bisnis. Kemudian hal ini  menjadi masalah sekarang dan di masa depan. Dengan semakin banyaknya penghuni Internet, baik pencari informasi maupun penyedia informasi, maka kebutuhan akan pengalamatan di Internet makin membengkak. Kebutuhan besar akan IP address biasanya terjadi di jaringan komputer perusahaan dan LAN-LAN di lembaga pendidikan.

IP address sebagai sarana pengalamatan di Internet semakin menjadi barang mewah dan ekslusif. Tidak sembarang orang sekarang ini bisa mendapatkan IP address yang valid dengan mudah. Oleh karena itulah dibutuhkan suatu mekanisme yang dapat  menghemat IP address. Logika sederhana untuk penghematan IP address ialah dengan meng-share suatu nomor IP address valid ke beberapa client IP lainnya. Atau dengan kata lain beberapa komputer bisa mengakses Internet walau kita hanya memiliki satu IP address yang valid. Salah satu Mekanisme itu disediakan oleh Network Address Translation (NAT)

Beberapa Konsep Dasar

Sebelum kita membahas lebih lanjut ada baiknya kita urai kembali konsep-konsep dasar yang harus dipahami sebelum masuk ke NAT. Diantaranya adalah TCP/IP, Gateway/Router, dan Firewall.

TCP/IP

Protokol yang menjadi standar dan dipakai hampir oleh seluruh komunitas Internet adalah TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Agar komputer bisa berkomunikasi dengan komputer lainnya, maka menurut aturan TCP/IP, komputer tersebut harus memiliki suatu address yang unik. Alamat tersebut dinamakan IP address. IP Address memiliki format sbb: aaa.bbb.ccc.ddd. Contohnya: 167.205.19.33

Yang penting adalah bahwa untuk berkomunikasi di Internet, komputer harus memiliki IP address yang legal. Legal dalam hal ini artinya adalah bahwa alamat tersebut dikenali oleh semua router di dunia dan diketahui bahwa alamat tersebut tidak ada duplikatnya di tempat lain. IP address legal biasanya diperoleh dengan menghubungi InterNIC.

Suatu jaringan internal bisa saja menggunakan IP address sembarang. Namun untuk tersambung ke Internet,  jaringan itu tetap harus menggunakan IP address legal. Jika masalah routing tidak dibereskan (tidak menggunakan IP address legal), maka saat sistem kita mengirim paket data ke sistem lain, sistem tujuan itu tidak akan bisa mengembalikan paket data tersebut, sehingga komunikasi tidak akan terjadi.

Dalam berkomunikasi di Internet/antar jaringan komputer dibutuhkan gateway/router sebagai jembatan yang menghubungkan simpul-simpul antar jaringan sehingga paket data bisa diantar sampai ke tujuan.

Gateway/Router

Gateway adalah komputer yang memiliki minimal 2 buah network interface untuk menghubungkan 2 buah jaringan atau lebih. Di Internet suatu alamat bisa ditempuh lewat gateway-gateway yang memberikan jalan/rute ke arah mana yang harus dilalui supaya paket data sampai ke tujuan. Kebanyakan gateway menjalankan routing daemon (program yang meng-update secara dinamis tabel routing). Karena itu gateway juga biasanya berfungsi sebagai router. Gateway/router bisa berbentuk Router box seperti yang di produksi Cisco, 3COM, dll atau bisa juga berupa komputer yang menjalankan Network Operating System plus routing daemon. Misalkan PC yang dipasang Unix FreeBSD dan menjalankan program Routed atau Gated. Namun dalam pemakaian Natd, routing daemon tidak perlu dijalankan, jadi cukup dipasang gateway saja.

Karena gateway/router  mengatur lalu lintas paket data antar jaringan, maka di dalamnya bisa dipasangi mekanisme pembatasan atau pengamanan (filtering) paket-paket data. Mekanisme ini disebut Firewall.

Firewall

Sebenarnya Firewall adalah suatu program yang dijalankan di gateway/router yang bertugas memeriksa setiap paket data yang lewat kemudian membandingkannya dengan rule yang diterapkan dan akhirnya memutuskan apakah paket data tersebut boleh diteruskan atau ditolak. Tujuan dasarnya adalah sebagai security yang melindungi jaringan internal dari ancaman dari luar. Namun dalam tulisan ini Firewall digunakan sebagai basis untuk menjalankan Network Address Translation (NAT).

Dalam FreeBSD, program yang dijalankan sebagai Firewall adalah ipfw. Sebelum dapat menjalankan ipfw, kernel GENERIC harus dimodifikasi supaya mendukung fungsi firewall. Ipfw mengatur lalu lintas paket data berdasarkan IP asal, IP tujuan,  nomor port, dan jenis protocol. Untuk menjalankan NAT, option IPDIVERT harus diaktifkan dalam kernel.

 DIVERT (mekanisme diversi paket kernel)

Socket divert sebenarnya sama saja dengan socket IP biasa, kecuali bahwa socket divert bisa di bind ke port divert khusus lewat bind system call. IP address dalam bind tidak diperhatikan, hanya nomor port-nya yang diperhatikan. Sebuah socket divert yang dibind ke port divert akan menerima semua paket yang didiversikan pada port tersebut oleh mekanisme di kernel yang dijalankan oleh implementasi filtering dan program ipfw. Mekanisme ini yang dimanfaatkan nantinya oleh Network Address Translator.

Itulah beberapa bahasan awal yang akan mengantar kita ke pembahasan inti selanjutnya.

Network Address Translation (NAT)

Dalam FreeBSD, mekanisme Network Address Translation (NAT) dijalankan oleh program Natd yang bekerja sebagai daemon. Network Address Translation Daemon (Natd) menyediakan solusi untuk permasalahan penghematan ini dengan cara menyembunyikan IP address jaringan internal, dengan membuat paket yang di-generate di dalam terlihat seolah-olah dihasilkan dari mesin yang memiliki IP address legal. Natd memberikan konektivitas ke dunia luar tanpa harus menggunakan IP address legal dalam jaringan internal.

Natd menyediakan fasilitas Network Address Translation untuk digunakan dengan socket divert. Natd mengubah semua paket yang ditujukan ke host lain sedemikian sehingga source IP addressnya berasal dari mesin Natd. Untuk setiap paket yang diubah berdasarkan aturan ini, dibuat tabel translasi untuk mencatat transaksi ini.

Dengan NAT, aturan bahwa untuk berkomunikasi harus menggunakan IP address legal, dilanggar.NAT bekerja dengan jalan mengkonversikan  IP-IP address ke satu atau lebih IP address lain. IP address yang dikonversi adalah IP address yang diberikan untuk tiap mesin dalam jaringan internal (bisa sembarang IP). IP address yang menjadi hasil konversi terletak di luar jaringan internal tersebut dan merupakan IP address legal yang valid/routable.

Mekanisme NAT

 

Sebuah paket TCP terdiri dari header dan data. Header memiliki sejumlah field di dalamnya, salah satu field yang penting di sini adalah MAC (Media Access Control) address asal dan tujuan, IP address asal dan tujuan, dan nomor port asal dan tujuan.

Saat mesin A menghubungi mesin B, header paket berisi IP A sebagai IP address asal dan IP B sebagai IP address tujuan. Header ini juga berisi nomor port asal (biasanya dipilih oleh mesin pengirim dari sekumpulan nomor port) dan nomor port tujuan yang spesifik, misalnya port 80 (untuk web).

Kemudian B menerima paket pada port 80 dan memilih nomor port balasan untuk digunakan sebagai nomor port asal menggantikan port 80 tadi. Mesin B lalu membalik IP address asal & tujuan dan nomor port asal & tujuan dalam header paket. Sehingga keadaan sekarang IP B adalah IP address asal dan IP A adalah IP address tujuan. Kemudian B mengirim paket itu kembali ke A. Selama session terbuka, paket data hilir mudik menggunakan nomor port yang dipilih.

Router (yang biasa – tanpa Natd) memodifikasi field MAC address asal & tujuan dalam header ketika me-route paket yang melewatinya. IP address, nomor port, dan nomor sequence asal & tujuan tidak disentuh sama sekali.

NAT juga bekerja atas dasar ini. Dimulai dengan membuat tabel translasi internal untuk semua IP address jaringan internal yang mengirim paket melewatinya. Lalu men-set tabel nomor port yang akan digunakan oleh IP address yang valid. Ketika paket dari jaringan internal dikirim ke Natd untuk disampaikan keluar, Natd melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Mencatat IP address dan port asal dalam tabel translasi

2. Menggantikan nomor IP asal paket dengan nomor IP dirinya yang valid

3. Menetapkan nomor port khusus untuk paket yang dikirim keluar, memasukkannya dalam tabel translasi dan menggantikan nomor port asal tersebut dengan nomor port khusus ini.

Ketika paket balasan datang kembali,  Natd mengecek nomor port tujuannya. Jika ini cocok dengan nomor port yang khusus telah ditetapkan sebelumnya, maka dia akan melihat tabel translasi dan mencari mesin mana di jaringan internal yang sesuai. Setelah ditemukan, ia akan menulis kembali nomor port dan  IP address tujuan dengan IP address dan nomor port asal yang asli yang digunakan dulu untuk memulai

 

Make a Free Website with Yola.